LAMAN UTAMA

Senin, 24 Juni 2013

Kiat Bijak Dalam Berinvestasi


Tentunya semua orang yang akan berinvestasi berharap investasinya mereka tanam akan membuahkan hasil yang baik bagi mereka dimasa yang akan datang. Maka, adalah sangat baik bagi calon investor memahami 7 kiat bijak dalam berinvestasi. Secara umum 7 kiat tersebut adalah :


1. Tentukan Tujuan Investasi.
Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah MENENTUKAN TUJUAN. Misalnya untuk Pembelian rumah, biaya anak sekolah nantinya, biaya pesta pernikahan, biaya pensiun, biaya jalan-jalan dan sebagainya. Tujuan ini sangat berguna bagi kita untuk tetap disiplin dan konsisten dalam mencapai tujuan tersebut. Logika sederhananya, bagaimana mungkin kita akan sampai ke kantor, jika niat awalnya adalah pergi kepasar atau bahkan tidak punya tujuan sama sekali.


2. Tentukan Jangka Waktu.

Adalah sangat aneh jika kita berinvestasi tetapi kita tidak tau kapan akan menikmati hasil investasi tersebut. Dengan menentukan jangka waktu maka :
- Kita akan dapat menghitung berapa jumlah dana yang akan kita investasikan setiap periodenya.
- Kita akan tahu berapa sering atau frekwensinya  kita harus menyisihkan sebagian dana kita tersebut.
Untuk itu tentukanlah jangka waktunya agar kita dapat disiplin dalam mempertahankan tujuan investasi dan menyisihkan sebagian dana yang akan diinvestasikan tersebut. Jika kita akan menyisihkan dana tersebut adalah untuk dana jaga-jaga, maka sebaiknya yang kita lakukan adalah menabung.

3. Kenali Profil Resiko Anda.
Risk appetite seorang investor dapat berbeda dengan investor lainnya. Ada yang memiliki Risk Appetite sebagai Risk Taker dan ada juga sebagai Risk Averter
Risk Taker (Pengambil Resiko) adalah seseorang yang siap untuk menerima sebuah resiko baik rugi maupun untung. Sederhana : Berani ambil resiko rugi besar demi mencapai untung besar.
Type investor seperti ini cenderung akan mencari peluang profit besar dalam setiap penentuan investasinya. Sedangkan..
Risk Averter (Penolak Resiko) adalah seseorang yang menolak resiko walaupun mereka paham bahwa akan menerima imbalan investasi yang sedikit pula.
Sederhana : Biar untung kecil tapi pasti. (^_^)
Dan type investor seperti ini cenderung melihat besaran resiko yang akan mereka terima dalam berinvestasi.

4. Kenali dan pelajarilah produk investasi
Tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatah yang sering diucapkan orang. Dengan mengenali dan mempelajari produk investasi yang kita beli, dengan sendirinya kita akan mengetahui resiko dan mamfaat yang akan kita terima nantinya sekaligus juga kita dapat menyesuaikan dengan risk pofile kita

5. Ragamkan portofolio Investasi.
Diversifikasikan investasi kita pada berbagai macam produk investasi sesuai dengan Profile Risk kita. Ini bertujuan BUKAN untuk meningkatkan peluang untung, tetapi lebih bertujuan untuk menekan RESIKO kerugian. Logikanya adalah, jika memiliki 3 jenis produk investasi dan satu diantaranya mengalami kerugian, maka dua produk investasi yang lain akan terus memberi keuntungan terhadap investasi kita. Lha, jika cuma punya satu, maka satu produk tersebut anlok, maka habislah investasi kita.
DONT PUT YOUR EGG IN ONE BASKET.

6. Ukur Kinerja Investasi.Bandingkan tingkat hasil investasi yang akan kita lakukan atau kita beli dengan Benchmark yang ada. Gunanya untuk mengukur apakah kinerja investasi kita sudah maksimal atau masih dibawah rata-rata.

7. Lakukan Pantauan Secara Berkala.
Ini merupakan bagian dari pengawasan dari investasi yang kita tanam sebelumnya. Dengan melakukan pantauan berkala diharap kita dapat memaksimalkan keuntungan jika investasi tersebut dalam kondisi kinerja yang baik, atau kita dapat menghindari kerugian yang lebih besar jika kinerja investasi kita dalam kondisi yang tidak baik. Dan dengan mengetahui kondisi kinerja investasi kita, maka kita dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.


Have Nice Trading

1 komentar:

FAHRUL RUZI mengatakan...

Halo.....

Posting Komentar

Harap menggunakan bahasa yang baik dan benar.