LAMAN UTAMA

Senin, 24 Juni 2013

Sejarah Berdirinya Berkshire Hathaway

 Berkshire Hathaway (NYSE: BRKA)

Adalah perusahaan konglomerasi (holding company) yang bermarkas di Omaha, Nerbraska, Amerika Serikat yang memiliki banyak perusahaan subsidiari. Bisnis inti dari Berkshire Hathaway adalah asuransi, termasuk properti dan asuransi jiwa, reasuransi dan asuransi khusus yang tidak standar. Perusahaan ini memberikan tingkat pengembalian tahunan rata-rata yang fenomenal, yaitu 25%+ kepada pemilik saham selama 25 tahun terakhir, dengan jumlah kapital yang besar dan hutang yang sedikit. Seribu dollar Amerika yang diinvestasikan di Berkshire pada tahun 1957 berubah menjadi $ 51.356.000 pada akhir tahun 2003.

Perusahaan dikendalikan oleh Warrent Buffet, salah satu investor yang paling banyak dibicarakan dan orang kedua terkaya di Amerika menurut majalah Forbes. Pada awalnya di Berkshire, Buffett berfokus pada investasi jangka-panjang dalam perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek, namun sekarang ini sudah beralih menjadi membeli perusahaan secara keseluruhan. Saat ini, Berkshire memiliki berbagai bisnis seperti perusahaan retail permen, penerbit koran, perusahaan retail peralatan rumah tangga, penjualan ensiklopedia, penjualan vacuum cleaner, pabrik dan distribusi seragam, retail perhiasan, dan lain-lain

Sejarah Berdirinya . 
Cikal bakal perusahaan ini berawal dari Hathaway Manufacturing Company yang didirikan pada tahun 1888 oleh Horatio Hathaway, yaitu sebuah bisnis di bidang pengolahan kapas. Perusahaan ini sukses pada dekade pertama, tapi mengalamai kemunduran pada saat terjadinya penurunan dalam industry tekstil setelah Perang Dunia I. Pada waktu itu, perusahaan dijalankan oleh seseorang bernama Seabury Stanton, yang investasi dan usahanya memberikan hasil dengan membaiknya profitibilitas setelah Depresi Besar yang terjadi pada tahun 1929.
Pada tahun 1950-an, Hathaway menyatu dengan Berkshire Fine Spinning Associates, sebuah perusahaan tekstil lain yang sudah beroperasi sejah awal abad ke-19. Pada saat itu, Berkshire Hathaway memiliki 15 pabrik dengan total karyawan mencapai 12.000 orang, pendapatan sebesar $120 juta dan bermarkas di New Bedford, Massachusetts. Namun sekitar 1 dekade berikutnya, 7 dari lokasi pabrik ditutup yang diikuti dengan PHK besar-besaran.
Pada tahun 1962, Warrent Buffett percaya bahwa nilai saham Berkshire Hathaway diperdagangkan di bawah nilai riil-nya dan mulai membeli saham tersebut. Setelah beberapa benturan kepentingan dengan keluarga Stanton, Buffett membeli cukup banyak saham untuk mengubah manajemen dan kemudian mengendalikan perusahaan.
Buffett tetap mempertahankan bisnis inti Berkshire Hathaway di industri tekstil, tetap pada tahun 1967 mulai melakukan ekspansi ke industri asuransi dan investasi lainnya. Perusahaan asuransi pertama yang dibeli oleh Berkshire adalah National Indemnity Company. Pada akhir 1970-an, Berkshire mengakuisisi Government Employees Insurance Company (GEICO). Pada tahun 1985, pabrik tekstil Berkshire resmi ditutup. Salah satu alasan dan pemikiran Buffett adalah karena insentif margin di dalam industri tekstil sudah sangat tipis dan tidak memungkinkan lagi untuk terus berusaha di bidang itu. Business process reengineering pun, sudah dianggap tidak mampu memberikan keuntungan, karena -menurut pendapat Buffett- semua perusahaan tekstil yang lain (yang berada di Amerika)  akan melakukan hal yang sama. Untuk itu, Buffett menutup bidang usaha tekstil yang menjadi akar Berkshire, namun tetap mempertahankan nama Berkshire Hathaway dan menjadikannya perusahaan investasi (investment company). warren buffet memulai karier sebagai pengusaha di daerah amerika serikat bagian Omaha Nebraska.

Fakta seputar Berkshire Hathaway.
Pada tanggal 23 Oktober 2006, untuk pertama kalinya, saham seri A Berkshire Hathaway dijual di atas $100.000 (seratus ribu dollar Amerika) per lembarnya dan membuatnya menjadi saham dengan harga termahal di New York Stock Exchange.
Situs Intrinsivaluator, melakukan kalkulasi dan mendapatkan 4 (empat) metrik valuasi untuk Berkshire; nilai likuidasi $83.162 untuk saham seri A ($2.772 saham seri B), nilai intrinsik optimistik $160.800 saham seri A (5.360 saham seri B). Semua perhitungan ini dilakukan berdasarkan kalkulasi pada tanggal 5 Maret 2006.
CEO Berkshire, Warren Buffett, yang dihormati atas keahliannya dalam berinvestasi dan pemahamam yang dalam atas spektrum usahanya dalam surat tahunan-nya dibaca dan dikutip secara luas.
Pada tahun 2005, Buffett memiliki 38% saham Berkshire Hathaway. Vice Chairman Berkshire Charlie Munger memiliki cukup banyak saham yang menjadikannya miliarder dan investor awal di Berkshire seperti David Gottesman dan Franklin Otis Booth, juga menjadi miliarder.
Berkshire Hathaway dikenal sebagai perusahaan tidak pernah melakukan pemecahan saham (baca: Split), yang menyebabkan harga sahamnya sangat tinggi. Hal ini juga menyebabkan sahamnya tidak likuid di pasar, sehingga tidak dimasukkan ke dalam. Namun, Berkshire menciptakan saham Seri B, dengan kepemilikan 1/30 dari seri A dengan hak voting sebesar 1/200 dari seri A. Para pemegang saham kelas A dapat melakukan konversi sahamnya ke seri B, tapi tidak bisa sebaliknya.
Buffett cenderung menolak terbentuknya saham seri B, namun terpaksa melakukannya untuk mencegah dibuatnya unit trust, yang dapat diperjualbelikan dan akan tampak seperti 'saham Berkshire'. Sebagaimana Buffett menjelasknya pada surat tahunan yang disampaikannya pada tahun 1995 (sebagaimana asilnya dalam Bahasa Inggris):
"The unit trusts that have recently surfaced fly in the face of these goals. They would be sold by brokers working for big commissions, would impose other burdensome costs on their shareholders, and would be marketed en masse to unsophisticated buyers, apt to be seduced by our past record and beguiled by the publicity Berkshire and I have received in recent years. The sure outcome: a multitude of investors destined to be disappointed."


Have Nice Trading

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap menggunakan bahasa yang baik dan benar.